Kamis, 31 Januari 2013

disebut CENDOL sering dikatakan DAWET

Cendol atau yang juga akrab disebut dawet adalah jenis minuman bersantan yang rasanya sangat legit dan gurih. Terasa segar apabila dimimum kalau hari lagi panas, rasanya segar sekali saat menyentuh kerongkongan yang kering.
Cendol terbuat dari tepung beras, bisa juga dibuat dari tepung sagu. Tapi yang paling mantap adalah cendol yang terbuat dari tepung sagu, rasanya mantap habis.



Cara Pembuatan Cendol :
  1. Proses pembuatan cendol sendiri cukup mudah dan menurut saya simple sekali, tepung sagu atau tepung beras kita buat adonan kemudian dibentuk bulat memanjang, tepatnya berbentuk seperti badan ulat (he he he). adonan bisa diwarna sesuai dengan selera agar tampak lebih menarik. Lalu adonan yang sudah dibentuk tersebut direbus dalam air mendidih selama kurang lebih 20 menit. Lalu angkat dan dinginkan.
  2. Untuk kuahnya, gunakan santan kelapa yang kental agar terasa lebih legit, tambahkan gula (bisa gula pasir atau gula aren juga OK). Didihkan santan dan masukkan daun pandan agar lebih wangi dan menggoda selera, kalau suka yang berwarna silahkan tambahkan sedikit pewarna, bisa menggunakan pewarna dari perasan daun pandan agar alami.

Cara Penyajian :
  1. Ambil cendol secukupnya ke dalam mangkok atau gelas, lalu tambahkan kuah santan
  2. Lebih mantap kalau dalam penyajian si cendol ditemani oleh Tape Beras dan Kacang Goreng.

Nah selamat ber Kuliner Lokal. sampai ketemu di postingan berikutnya.

Selasa, 20 November 2012

TAHU LONTONG : Jawa Timur Banget

Bertemu lagi sobat, tepatnya hari Minggu 18 November 2012, pelesiran sama keluarga muter-muter kota Jember sampai lecek. tepat jam 12.00 WIB perut kami terasa lapar, bingung mau makan apa karena bosan makan nasi akhirnya kita memilih makanan khas Jawa Timur. Yang satu ini rasanya manis, gurih, dan ada pedas-pedasnya. Pokoknya cocok disantap pas siang-siang hari.
TAHU LONTONG, bagi orang Jawa Timur sapa yang tak kenal tahu lontong, salah satu varian kuliner perpaduan lontong dan tahu yang disiran siram dengan saus kacang.
Tahu Lontong : Kuliner-Lokal Jawa Timur


Seperti biasa, saya akan bagikan resepnya buat sahabat pencinta kuliner lokal, yang saya dapat dari si penjual tahu lontong tentunya.

BAHAN UTAMA
  • Lontong
  • Tahu (digoreng setengah matang)
  • Bawang  goreng
  • Kerupuk

SAYURAN
  • Toge (kecambah) kacang ijo
  • Mie Instant
  • Toge dan mie dimasak menjadi satu

SAUS/BUMB
  • Kacang tanah (digoreng) secukupnya
  • Lombok/Cabe (dikukus)
  • Garam (secukupnya)
  • Penyedap rasa / Micin (sesuaikan dengan selera)
  • Semua bahan saus dihaluskan sampai benar-benar halus dan tercampur merata, di kasih kuah dari toge dan mie

CARA PENYAJIAN
  • Ambil saus/bumbu yang sudah dihaluskan
  • Iris kecil-kecil lontong dan tah
  • Pasang mie dan toge diatas irisan  lontong dan tahu
  • Tuangkan kecap manis secukupnya
  • Taburkan bawang goreng, agar terasa lebih delicious
  • Jangan lupa kerupuknya ya...

Nah itu dia, resep sekaligus cara penyajian Tahu Lontong dari Kuliner-Lokal. sampai berjumpa di postingan berikutnya.

Jumat, 16 November 2012

LEZAT nya Sarapan dengan Menu NASI KUNING

Kamis 15 November 2012, hari libur yang sangat dinanti-nanti, tepat jam 06.00 WIB pagi mulai melaksanakan niat untuk jalan-jalan ke daerah perkebunan di sekitar tempat tinggal saya, tujuan pertama adalah Menuju Daerah Tempurejo - Jember. Bersepesa sekitar satu jam akhirnya sampai juga di daerah perkebunan Karet milik PTPN Nusantara.
Satu hal yang saya sukai dari daerah perkebunan, udara SEGAR sekali, aroma tanah basah dan dedaunan sangat kental masuk kerongga dada. Segar sekali.
Setelah lama menembus hutan jati dan jabon yang terletak di pedalaman area perkebunan karet, akhirnya sampai juga di daerah perkampungan warga setempat, dan kebetulan perut sudah mulai terasa lapar, karena tadi berangkatnya memang tidak sempat sarapan. Setelah keliling perkampungan, akhirnya bertemu juga dengan warung yang bertuliskan "Nasi Kuning". Tanpa banyak komentar langsung saja duduk dan memesan satu porsi.
Nasi Kuning, Kuliner-Lokal

Tak lama kemudian pesanan datang, tanpa pikir panjang langsung saya nikmati sarapan "Nasi Kuning" saya pagi ini, dan rasanya Nikmat dan Lezat, sangat berbeda dengan nasi biasa. Nasi Kuning ini rasanya gurih, pokoknya TOP.
Lauknya sederhana, ada tempe goreng, abon, telur dasar, serundeng (red, kelapa parut yang disangrai), sambel sama ikan teri goreng, cecek (olahan kulit sapi) dll.
Penasaran dengan rasa yang disuguhkan, akhirnya iseng membuka perbincangan sama ibu pemilik warung, kenapa nasi kuning kok bisa gurih, akhirnya si ibu bercerita cara memasak Nasi Kuning. Lumayan buat nambah isi postingan blog ini.

Dari keterangan ibu pemilik warung nasi kuning saya dikasih tahu kalau cara memasak nasi kuning itu adalah seperti menanak nasi biasa, cuma sebelum di tanak beras direndam dengan air kunyit, terus di aron sama santan kelapa, ditambah serai dan sedikit garam. Nah ini yang membuat cita rasa nasi kuning menjadi gurih.

Seingat saya, hampir semua daerah di Indonesia ini mengenal dengan tradisi nasi kuning, benar tidak? (khususnya penduduk pulau Jawa). Hampir semua daerah menggunakan Nasi Kuning dalam acara lokal di daerahnya seperti selamatan, pernikahan, dll.
Kira-kira apa ya nilai filosofi dari nasi kuning???? Jadi Penasaran, waktu tanya ke ibu pemilik warung, beliau bilang tidak tahu, itu kuliner turun temurun dari nenek moyang katanya.

Bagi sahabat yang tahu apa arti filosofi nasi kuning, tolong di bantu ya.... terima kasih, sampai jumpa di postingan berikutnya.